Kisah Inspirasi: Kisah Hidup Dua Lelaki Bersaudara

Kisah Inspirasi – Bukankah kita memimpikan perdamaian dan kerukunan? Indah rasanya jika kita dapat hidup bersama saudara tanpa ada perpecahan dan pertengkaran serta tanpa saling bermusuh-musuhan. Apalagi jika masih satu keluarga, adik dan kakak. Ego dan hawa nafsulah yang merusak hubungan tali persaudaraan menjadi hancur.

Diri kita telah dikuasai oleh nafsu yang membuat kita menjadi buas dan menerkam siapa saja, termasuk hak-hak yang bukan milik kita. Kita bahkan lebih kejam dari binatang. Karena kita tidak lagi mengenal apa dan siapa yang sedang kita hadapi. Tanpa berfikir panjang, sering kali kita lupa apa dan bagaimana kita bersama adik dan kakak kita selama ini dibesarkan oleh kedua orang tua.

Kisah inspirasi dibawah ini akan kembali mengingatkan kita tentang makna hidup rukun, saling mengasihi, saling percaya, bahwa kita bisa hidup rukun tanpa saling mementingkan diri sendiri.

Kisah Dua Lelaki Bersaudara

Di sebuah desa yang subur, hiduplah dua lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dengan dua orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Di suatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir, “pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku-lah yang mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya”.

Maka di malam yang sunyi itu, diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya di lumbung padi milik kakaknya.

Ditempat yang lain, sang kakak juga berfikir, “pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karen ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yan kelak merawatku”.

Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam-diam ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga di suatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu di tengah jalan.

Masing-masing mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa merek saling menyayangi.

Hikmah

Beginilah seharusnya kita bersaudara. Jangan biarkan harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yang teramat kuat diantara kita. Tuhan Yang Maha Kuasa tidak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.

Semoga kisah inspirasi Dua Lelaki Bersaudara diatas dapat menginspirasi kita semua untuk saling menyayangi satu sama lain, terutama pada saudara kita. Jangan biarkan nafsu merusak tali persaudaraan yang telah begitu baiknya diajarkan oleh kedua orang tua kita.

Sumber kisah: iphincow.com

You might also like